Beranda > Informasi > Fitase Dongkrak Produksi dan Kualitas Telur

Fitase Dongkrak Produksi dan Kualitas Telur

Fitase merupakan enzim dari golongan fosfatase, yang menghidrolisis fitat menjadi inositol dan asam fosfat. Fitase ditemukan dalam dari biji gandum (putih dan hitam). Tetapi pada skala industri umumnya digunakan fitase yang diproduksi dari mikroorganisme rekombinan dari jenis bakteri, fungi dan ragi.
Enzim fitase tak hanya meningkatkan kecernaan mineral P ataupun mineral lainnya yang terikat zat anti nutrisi bernama fitat. Fitase juga mampu memecah ikatan kompleks karbohidrat dan protein yang berikatan dengan fitat. Kemanfaatan P total pada ransum yang diberi fitase bisa mencapai 50% – 60%, sehingga juga menurunkan separuh P yang biasa terbuang melalui feses.

Aktivitas Fitat

Fitat dalam bentuk asam maupun garam, merupakan zat antinutrisi yang mengikat phosphor, protein, dan mineral mikro sehingga nutrien tersebut tak mampu dicerna oleh ayam. Celakanya, 75% – 90% dari total kadar phospor dalam biji-bijian diikat olehnya. Maka dalam penulisan komposisi nutrien bahan pakan biji-bijian, kadar phospor (P) selalu ditulis dalam format P av (available / yang dapat digunakan). Padahal biji-bijian merupakan 80 % – 90% komponen ransum.
Pada kedelai, 2 – 3% protein terikat oleh fitat ini. Hal ini menjadi masalah karena kedelai / bungkil kedelai merupakan sumber protein utama dalam ransum unggas. Pada jagung, wheat bran dan bekatul kadar P yang terikat dalam fitat masing-masing 90%, 70% dan 75% dari total P.
Ikatan Ca-fitat dengan karbohidrat dan asam lemak akan membentuk sabun (saponifikasi) dalam saluran pencernaan ayam sehingga menurunkan kecernaan karbohidrat dan lemak. Artinya, terjadilah penurunan suplai nutrien sumber energi bagi ayam.
Menurut Prof Zuprizal, pengajar Ilmu Nutrisi Unggas Fakultas Peternakan UGM, efek dari kekurangan mineral phospor dan lainnya (Ca, Fe, Mg, Zn, Co, Cu, Mn, Mb) karena lalai memperhitungkan keberadaan fitat menyebabkan terganggunya mineralisasi tulang dan turunnya kualitas kerabang telur.
Terikatnya protein oleh fitat membuat turunnya availabilitas protein bahan pakan dalam ransum ayam sehingga berpotensi menurunkan performa. Gugus asam amino yang biasa ditemukan berikatan dengan fitat antara lain lisil, histidil dan arginil. Protein/asam amino yang berikatan dengan fitat tak bisa dipecah oleh enzim proteolitik biasa.
Efek lain yang tak kalah berbahaya adalah meningkatnya phospor dan protein tak tercerna yang terbuang melalui feses. Di alam, fosfor akan membentuk kristal sehingga mengganggu keseimbangan mineral tanah, sedangkan protein akan terdekomposisi menjadi amonia yang mencemari udara. Sisa protein berlebihan dalam feses juga mengundang bakteri dan serangga sehingga memperburuk kondisi kesehatan lingkungan.

Gunakan Fitase

Zuprizal menyatakan, fitase menjadi topik pada pembahasan ransum layer (ayam petelur) karena banyak peternak layer yang masih mencampur pakan sendiri (self mixing). Berbeda dengan pakan broiler yang 100% mengandalkan produksi pabrik. Penggunaan fitase dalam ransum self mix ini disesuaikan dengan kadar P yang terikat dalam fitat, agar tak terjadi pemborosan.
Selain itu, mineral P hasil reaksi fitase dengan fitat merupakan salah satu faktor penentu pada pembentukan telur, yaitu sebagai pasangan Ca untuk membangun kerabang. Pemberian fitase diharapkan dapat meningkatkan availabilitas P dalam ransum sehingga tidak memerlukan tambahan phospat anorganik yang ‘mahal’. Tidak seperti Ca yang harganya murah, sehingga penyusun ransum lebih suka menambahkan Ca anorganik guna mencukupi kebutuhan ayam.

Sumber : www.trobos.com

Kategori:Informasi
  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: