Beranda > Perkuliahan > Pengaruh Lain Antibiotik

Pengaruh Lain Antibiotik

Antibiotik telah membuktikan sangat berguna dalam pemberantasan penyakit-penyakit tertentu. Salah satu pengaruh pemberian khlortetrasiklin dan oksitetrasiklin yang baik adalah berkurangnya gejala penyakit mencret pada anak sapi dan anak babi sapihan. Terutama pada anak sapi, penyakit mencret tersebut merpakan masalah penting yang dapat mengakibatkan kerugian, infeksi sekunder dan kematian.

Penggunaan antibiotik dalam kadar tinggi, yaitu 100 sampai 200 gram per ton ransum dalam waktu pendek pada ayam yang menderita infeksi menahun tertentu, seperti penyakit alat pernafasan, dapat mempercepat penyembuhan dan mempercepat pemulihan ayam dalam pertumbuhan dan produksi telur.

Dari sebagian besar hasil penelitian dapat diperlihatkan bahwa pemberian antibiotik pada sapi perah, tidak mempertinggi produksi susu. Beberapa penelitian memperlihatkan bahwa sapi perah yang diberi antibiotik dalam ransumnya, akan memproduksi susu yang cukup tinggi. Dugaan dalam hal ini ialah bahwa khlortetrasiklin yang didapatnya, ikut mencegah timbulnya penyakit kuku dan infeksi alat pernafasan dan karena kesehatan sapi menjadi lebih baik, sapi tersebut menghasilkan susu lebih banyak. Pemberian antibiotik yang rendah kadarnya (10 mg per 45 kg berat badan) tidaklah merupakan pengobatan efektif terhadap penyakit kuku atau infeksi-infeksi tertentu lainnya. Pemberian penisillin atau antibiotik lain secara infus ke dalam puting susu untuk pengobatan penyakit mastitis atau pemberian secara intramuskular untuk mengobati penyakit-penyakit infeksi, akan menyebabkan susu mengandung antibiotik selama tiga atau empat kali pemerahan. Susu demikian lebih bermanfaat bila digunakan untuk pakan anak sapi daripada dijual sebagai makanan manusia, karena reaksi alergik dapat timbul pada manusia yang peka terhadap penisillin dan susu demikian tidak dapat digunakan untuk pembuatan keju.

Perhatian besar lebih diberikan terhadap pertanyaan apakah sisa-sisa antibiotik akan terdapat dalam hasil-hasil ternak bila hewan ternak yang diberikan antibiotik disembelih untuk makanan manusia. Antibiotik tidak mungkin terdapat dalam daging hewan ternak yang diberi zat tersebut sebanyak yang cukup untuk menggertak pertumbuhan. Akan tetapi antibiotik tersebut dapat diketemukan dalam daging, bila pemberiannya adalah sepuluh kali lebih tinggi. Pada kadar 200 ppm dalam ransum, sedikit antibiotik akan terdapat dalam daging babi dan pada kadar 1000 ppm, sebagian besar jaringan akan mengandung antibiotik dalam jumlah lebih besar. Penghentian pemberian antibiotik beberapa hari sebelum hewan disembelih, akan menghilangkan tertimbunnya antibiotik dalam jaringan. Hasil penelitian tersebut memperlihatkan bahwa konsumen tidak perlu khawatir menggunakan produk hasil ternak, terutama karena antibiotik akan rusak bila daging direbus.

Blogger Labels:

Kategori:Perkuliahan
  1. anita
    Senin, 24 Mei 2010 pukul 9:42 pm

    bagaimana cara menghilangkan kandungan antibiotika dalam susu sapi tanpa mengurangi kualitas susu sapi itu sendiri??
    mohon bantuannya,… tlg di.email y.. tq b4

  2. Rabu, 27 Juli 2016 pukul 4:25 am

    And if it’s just a war movie then why they show me aliens shooting at nothing? They filled this movie with action sequences which make no sense (aleatory shooting, ridiculous escapes from impossible situations and further).

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: