Beranda > Perkuliahan > Antibiotik, Senyawa Arsen Organik dan Nitrofuran Sebagai Perangsang Pertumbuhan

Antibiotik, Senyawa Arsen Organik dan Nitrofuran Sebagai Perangsang Pertumbuhan

Antibiotik adalah zat khemis khusus yang dihasilkan oleh mikroorganisme sebagi ragi, jamur dan bakteri. Istilah antibiotik berarti bertentangan dengan hidup atau merusak kehidupan. Suatu antibiotik adalah suatu zat yang dibuat oleh mikroorganisme hidup yang menghalang-halangi atau merusak kehidupan organisme lain.

Antibiotik digunakan untuk melawan infeksi dengan cara pencegahan atau pengobatan. Antibiotik diberikan sejumlah 2 sampai 10 gram per ton ransum, merangsang pertumbuhan DOC yang dipelihara dalam lingkungan yang tidak bebas hama. Karena zat tersebut merangsang pertumbuhan dan memperbaiki produksi telur dalam keadaan stress, maka zat tersebut membantu dalam pengambilan makanan yang efisien. Antibiotik harus digunakan sesuai dengan petunjuk pabrik yang membuatnya.

Dari penelitian-penelitian ternyata bahwa aureomisin (khlortetrasiklin), basitrasin, zink basitrasin, penisillin, oleandomisin dan virginiamisin dicampurkan dalam ransum berguna sekali untuk merangsang pertumbuhan anak-anak hewan. Jumlah ransum yang dapat dihabiskan dalam sehari akan bertambah dengan penggunaan antibiotik tersebut dan jumlah ransum yang diperlukan untuk kenaikan berat tiap kilogramnya akan berkurang.

Antibiotik yang biasanya dicampurkan dalam ransum untuk ternak unggas dan babi adalah sekitar 10g/ton dan 20 g/ton untuk anak sapi perah. Penggunaan antibiotik dalam jumlah banyak, yaitu 100-200 gram/ton ransum pada ternak ayam yang diserang penyakit menahun (radang alat pernafasan) akan menyembuhkan ayam-ayam dalam waktu singkat dan akan memulihkan kembali daya produksi telurnya.

Dari data-data penelitian, terbukti pula bahwa penggunaan antibiotik dalam ransum, menghambat penggunaan protein, asam-asam amino dan vitamin. Antibiotik dalam ransum babi, ayam dan kalkun yang kadar proteinnya diurangi 3% akan memberikan hasil sama dengan ransum tanpa antibiotik dengan kadar protein yang seharusnya. Mekanisme penghematan penggunaan protein, asam-asam amino dan vitamin-vitamin tadi belum dapat diterangkan.

Antibiotik adalah suatu obat bukan zat makanan, jadi pengrauhnya terhadap ransum ternak adalah sekunder. Antibiotik digunakan secara luas dalam ransum unggas dan babi untuk mempertinggi lajau efisiensi pertumbuhan hewan ternak tersebut. Antibiotik juga digunakan dalam pemberian ransum pada anak-anak sapi, sebelum hewan-hewan tersebut memiliki rumen yang berkembang sempurna dan dalam beberapa hal telah diberikan pula pada anak-anak sapi yang sedang digemukkan. Akan tetapi penggunaan utama antibiotik adalah pada ransum hewan berlambung satu seperti babi dan unggas dalam konsentrasi yang re;atif rendah.

Blogger Labels:

Kategori:Perkuliahan
  1. Selasa, 25 Juni 2013 pukul 10:03 am

    Spot on with this write-up, I absolutely believe this website needs much more
    attention. I’ll probably be returning to read through more, thanks for the info!

  1. No trackbacks yet.

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Kirimkan setiap pos baru ke Kotak Masuk Anda.

Bergabunglah dengan 81 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: