Beranda > Perkuliahan > Vitamin K

Vitamin K

Minggu, 25 Mei 2008

Nama vitamin K berasal dari koagulasi. Vitamin tersebut adalah esensial untuk pembentukan prothrombin oleh hati. Koagulasi darah terdiri dari dua tingkatan utama, yaitu: (1) prothrombin (dengan adanya thromboplastin, kalsium dan faktor-faktor lainnya) dirubah kedalam thrombin; dan (2) fibrinogen (dirangsang oleh trombin) dirubah kedalam gumpalan fibrin.

Karena prothrombin merupakan bagian penting dari mekanisme penggumpalan darah, maka defisiensi vitamin K menyebabkan waktu pembekuan darah diperpanjang sedemikian rupa sehingga anak ayam atau anak kalkun yang diserang dapat mati karena pendarahan akibat luka ringan. Untuk menjaga jangan sampai terjadi defisiensi vitamin K, pabrik-pabrik makanan ternak menambahkan senyawa vitamin K sintetik (menadion atau menadion natrium bisulfit) ke dalam ransumnya.

Vitamin K akan kehilangan aktivitasnya dengan adanya obat-obatan sulfa, yang merupakan antagenis terhadap vitamin K. Obat-obatan tersebut tidak mempunyai pengaruh bila vitamin K diberikan dalam bentuk menadion atau menadion natrium bisulfit.Racun jamur merupakan pula antagonis terhadap vitamin K. Vitamin K larut dalam lemak, stabil terhadap panas dan labil terhadap oksidasi alkali, asam kuat, cahaya dan penyinaran.

Struktur Vitamin K

Di alam terdapat dua bentuk vitamin K, yaitu vitamin K1 (filloquinon) dan vitamin K2 (menaquinon). Struktur kimiawi vitamin K alam yang sangat penting diperhatikan. Semua vitamin K yang aktif biologis memiliki inti 2-methil-1,4-nafthoquinon. Vitamin K1 mempunyai rantai sisi fitil terdiri dari empat unit isoprene dengan formula empiris C30H39OH. Vitamin K2 mempunyai rantai sisi difarnesil dari enam unit isoprene dengan formula empiris C30H49OH. Banyak 2-methil-1,4-napthoquinon sintetik mempunyai aktivitas vitamin K yang berubah-ubah, tergantung dari macamnya rantai sisi. Vitamin K sintetik (K3 atau menadion) mempunyai atom hidrogen tunggal sebagai pengganti rantai sisi.

Sumber Vitamin K

Sumber terkaya aktivitas vitamin K (K1) adalah daun hijau tumbuh-tumbuhan seperti alfalfa dan rumput hijau. Akan tetapi minyak kacang kedelai dapat pula mengandung vitamin tersebut. Vitamin K2 (menaquinone) dihasilkan oleh flora bakteri pada hewan dan terutama penting dalam menyediakan kebutuhan vitamin K pada manusia dan sebagian besar hewan mammalia lainnya. Akan tetapi ayam tidak mempunyai cukup vitamin K dari sintesis mikroba usus. Vitamin K sintetik yang biologis aktif telah diproduksi secara komersiil besar-besaran. Vitamin tersebut merupakan bentuk terbesar vitamin K pelengkap yang digunakan dalam ransum unggas.

Sebagian besar vitamin K dalam hati rupanya dirubah menjadi menaquinone-4 (vitamin K2(20)), yang mungkin adalah bentuk aktif metabolik vitamin K pada hewan.

Kebutuhan Vitamin K

Kebutuhan vitamin K1 pada anak ayam didasarkan atas ransum praktis yang bebas dari zat-zat pembuat stress, seperti sulfaquinoksalin, yang dapat mempertinggi kebutuhan akan vitamin tersebut. Bila dalam ransum atau dalam air minum terdapat sulfaquinoksalin atau obat-obatan lainnya, maka biasanya ditambahkan menadion natrium bisulfit sebesar 2 sampai 3 gram per ton ransum

Hipervitaminosis Vitamin K

Bentuk alam vitamin K, yaitu filloquinon dan menaquinon tidak beracun pada tingkat dosis sangat tinggi. Senyawa vitamin K3 sintesis, memperlihatkan pengaruh toksis pada manusia, kelinci, anjing dan tikus, bila diperlihatkan dalam jumlah besar. Manusia dan anjing memperlihatkan gejala muntah, porfirinuria dan albuminuria setelah makan vitamin tersebut dalam jumlah tinggi; sedangkan kelinci memperlihatkan gejala perpanjangan waktu pembekuan darah. Tikus memperlihatkan sitopeni dan hemoglobinuria.

Gejala Defisiensi Vitamin K pada Ayam

Kekurangan vitamin K akan memperlambat pembekuan darah. Anak ayam yang dalam ransumnya kekurangan vitamin K dapat mati karena pendarahan akibat luka-luka yang menyebabkan pecahnya urat darah. Hemorrhagi dapat timbul di bawah kulit, intramuskular atau intraperitoneal. Hemorrhagi tersebut luasnya bervariasi dan rupanya merupakan gejala defisiensi vitamin K satu-satunya.

Gejala defisiensi vitamin K sering timbul pada anak ayam sekitar dua sampai tiga minggu setelah anak ayam tersebut mulai makan ransum yang defisiensi akan vitamin K. Sulfaquinoksalin dalam ransum atau dalam air minum mempertinggi parahnya gejala tersebut. Hemorrhagi dapat terlihat pada dada, kaki, sayap, dalam rongga perut dan pada permukaan usus. Anak ayam menderita anemia sebagian disebabkan karena kehilangan darah akan tetapi juga karena sumsum tulang yang hipoplastik. Defisiensi ringan seringkali menyebabkan bercak-bercak hemorrhagis.

Ayam dewasa kelihatannya tidak dipengaruhi oleh defisiensi vitamin K akut. Hal ini menimbulkan dugaan bahwa ayam dewasa dapat mensintesis vitamin tersebut. Ayam dewasa yang mendapat ransum berkadar vitamin K rendah, menghasilkan telur-telur yang rendah kadar vitamin K-nya. Bila telur-telur tersebut ditetaskan akan diperoleh anak ayam yang mempunyai persediaan vitamin K sangat rendah dalam tubuhnya. Sebagai konsekuensinya anak ayam tersebut dapat mati akibat pendarahan suatu luka pada waktu pemasangan nomor di sayapnya.

Meskipun waktu pembekuan darah merupakan ukuran defisiensi vitamin K yang baik, suatu ukuran yang lebih tepat telah diperoleh dengan menentukan waktu prothrombin. Waktu prothrombin pada anak ayam yang menderita defisiensi berat dapat diperpanjang dari normal 17-20 detik menjadi 5-6 menit atau lebih.

Kebutuhan Terhadap Penambahan Vitamin K dalam Ransum Unggas

Bahan makanan yang digunakan dalam menyusun ransum unggas beberapa puluh tahun yang lalu, kemungkinan mengandung cukup vitamin K. Akan tetapi ransum unggas masa kini, biasanya tidak cukup mengandung vitamin K, kecuali bila ditambah dengan sumber-sumber khusus vitamin tersebut. Bahan makanan yang digunakan pada tahun-tahun lalu, seperti kacang kedelai berkadar lemak tinggi dan bungkil biji-bijian berminyak lainnya serta tepung ikan yang telah membusuk kesemuanya menyediakan cukup vitamin K. Kecenderungan pada tahun-tahun terakhir dalam hal : (1) ekstraksi larutan bungkil kacang kedelai dan bungkil biji-bijian berminyak; (2) pengolahan tepung ikan telah disempurnakan dengan akibat kadar menaquinon yang rendah karena kekurangan pembusukan; dan (3) penggunaan obat-obatan yang menghalang-halangi vitamin K dalam ransum telah mempunyai pengaruh ganda yang membuat penambahan vitamin K yang ditambahkan harus cukup untuk menanggulangi kebutuhan akan vitamin tersebut terhadap berbagai macam stress yang ditemukan dalam produksi unggas.

Kategori:Perkuliahan
%d blogger menyukai ini: