Beranda > Perkuliahan > Vitamin A

Vitamin A

Senin, 12 Mei 2008

Vitamin A terutama diperoleh dari hati ikan. Vitamin tersebut disari dalam bentuk minyak ikan. Ikan yang digunakan adalah ikan cod (Gandus callarias) dan halibut (Hippoglosus). Selain itu digunakan pula ikan tuna dan hati ikan lainnya yang kurang dikenal, sedangkan minyak hati ikan paus merupakan sumber vitamin A berharga. Hati hewan ternak mengandung pula sejumlah vitamin A. Sumber vitamin A lainnya adalah dari sintesis kimiawi industri. Vitamin A tidak terdapat dalam tumbuh-tumbuhan.

Salah satu sumber utama vitamin A dalam ransum hewan ternak dan sumber satu-satunya pada hewan herbivora adalah segolongan zat dikenal dengan nama vitamin A precursor. Zat-zat tersebut adalah karotenoida-karotenoida, akan tetapi hanya empat dari zat-zat tersebut merupakan sumber penting bagi vitamin A. Zat-zat tersebut terutama adalah pigmen tumbuh-tumbuhan dikenal sebagai alpha, beta dan alpha-karoten dan kriptoksantin. Zat-zat tersebut terdapat dalam hijauan segar (bergabung dengan khlorofil), jerami berkualitas baik, wortel, tomat, kuning telur, susu, mentega dan keju. Karotenoida-karotenoida tersebut, terutama beta-karoten di dalam hati dan usus dirubah ke dalam vitamin A oleh hidrolisis enzim. Pada keadaan optimum, beta-karoten akan membentuk dua molekul vitamin A, akan tetapi penggunaan karoten bervariasi menurut bentuk karoten yang disajikan, jumlah terdapatnya antioksidan yang mengawetkan vitamin A (vitamin E, vitamin C, dsb.) dan konsentrasi antagonis seperti asam lemak tidak jenuh yang terdapat dalam makanan. Karoten larut dalam lemak dan mudah larut dalam ether tetapi lebih mudah lagi dalam khloroform dan benzene.

Tiga buah senyawa, yaitu vitamin A alkohol (retinol), vitamin A aldehida (retinal) dan asam vitamin A (asam retinoat) dan beberapa stereoisomernya mempunyai aktivitas vitamin A bagi ayam dan hewan ternak lain.

Vitamin A memainkan peranan penting dalam pencegahan rabun senja. Vitamin A dibutuhkan untuk mencegah ataksia berat pada anak ayam, pertumbuhan, pemeliharaan kesempurnaan membrana mukosa, reproduksi, pertumbuhan matriks tulang rawan dan tekanan cairan serebrospinal normal.

Kemampuan ayam petelur untuk menyimpan vitamin A adalah terbatas. Laju pengurangannya tergantung dari kandungan vitamin A yang disimpan pada waktu pengurangan tersebut mulai. Kehilangan kandungan vitamin A yang lebih tinggi yang disimpan dalam hati relatif lebih cepat daripada kehilangan vitamin A yang lebih rendah. Bila kandungan vitamin A yang disimpan cukup, maka sepertiga dari vitamin tersebut dapat hilang dalam waktu dua minggu, setengah dari padanya dalam waktu empat minggu dan dua pertiga dalam waktu kurang enam minggu. Penambahan sejumlah 13200 I.U. vitamin A / kg ke dalam ransum akan mempertinggi penyimpanan vitamin A dalam hati dari 7000 I.U. menjadi 38000 I.U. dalam waktu enam minggu.

Penyimpanan vitamin A yang rendah pada ayam petelur dapat mempengaruhi daya tetas telur. Kandungan vitamin A dalam hati anak ayam yang baru menetas, tergantung dari kandungan vitamin A telur yang ditetaskan. Lebih kurang 25% vitamin A yang diterima ayam, diketemukan kembali dalam telur. Persediaan alamiah vitamin A dalam kuning telur dan dalam hati anak ayam adalah sedikit sekali. Pada hari kedelapan semua persediaan vitamin A yang terdapat dalam hati anak ayam akan menghilang. Gejala defisiensi sesungguhnya tidak dapat diketahui setelah hanya dua minggu habisnya persediaan vitamin A dari hati. Oleh karenanya gejala defisiensi biasanya tidak timbul sebelum minggu ketiga atau keempat dari kehidupan anak ayam.

Vitamin A sebaiknya diberikan beberapa kali dalam jumlah kecil, karena pemberian vitamin A dalam jumlah besar tidak akan membuat cadangan yang besar. Vitamin A perlu diberikan ke dalam ransum semenjak anak ayam umur sehari.

Penyimpanan vitamin A dalam hati akan jauh lebih tinggi bila anak ayam mendapat vitamin A dalam bentuk vitamin A yang distabilkan daripada dalam bentuk karoten.

Parasit-parasit seperti koksidia dan kapilaria dapat mempunyai beberapa pengaruh dalam tubuh hewan. Beberapa diantaranya mungkin pengaruh umum terhadap semua vitamin: lainnya mungkin pengaruh-pengaruh khusus terhadap vitamin-vitamin tertentu, terutama vitamin A dan K sebagai berikut : (1) Koksidiosis mengurangi konsumsi ransum, dengan demikian mengurangi persediaan semua vitamin; (2) koksidiosis merusak alat pencernaan dan mengurangi penyerapan semua zat makanan; (3) koksidiosis dapat merusak berbagai vitamin A dan K; (4) pengobatan koksidiosis dengan koksidiostat, terutama sulfaquinoksalin menyebabkan peningkatan kebutuhan metabolik terhadap vitamin K.

Kategori:Perkuliahan
%d blogger menyukai ini: