Beranda > Perkuliahan > Gizi dan Koksidiosis

Gizi dan Koksidiosis

Minggu, 11 Mei 2008

Hubungan antara vitamin A dan koksidiosis telah dipelajari oleh para ahli untuk menentukan pengaruh penambahan kadar vitamin A terhadap pertumbuhan, konsumsi ransum dan penyimpanan vitamin tersebut dalam hati ayam yang telah ditulari oleh okista. Setelah penularan, ayam yang mendapat 17.600 IU vitamin A per kilogram ransum memperoleh kembali nafsu makannya dan tumbuh lebih cepat dibandingkan dengan yang memperoleh 1760 IU/kg, suatu jumlah yang sebelum itu adalah cukup dalam keadaan biasa. Ayam yang telah ditulari okista mempunyai simpanan vitamin A dalam hati lebih rendah daripada yang didapat pada ayam yang tidak ditulari, bila pada ayam-ayam tersebut terdapat kadar Vitamin A sama dan dibatasi terhadap pengambilan ransum yang sama.

Aktivitas tripsin dalam usus juga menurun pada ayam yang mendapat ransum berkadar protein rendah. Suatu hubungan positif telah diperlihatkan antara tingkatan protein dan aktivitas tripsin usus dan antara aktivitas tripsin usus dan derajat penularan ayam dengan koksidiosis. Penambahan tripsin ke dalam inokulum okista yang diberikan pada ayam yang diberi ransum bebas protein menghasilkan penularan separah penularan pada ayam yang mendapat ransum dengan 20% protein. Karena tripsin adalah esensial untuk menimbulkan penularan koksidiosis, maka telah ditanggapi bahwa pengaruh ransum berkadar protein rendah dalam mengurangi keparahan koksidiosis adalah akibat pengaruh ransum-ransum tersebut terhadap aktivitas trypsin usus.

Kategori:Perkuliahan
%d blogger menyukai ini: