Beranda > Perkuliahan > Kebutuhan Vitamin Bagi Unggas

Kebutuhan Vitamin Bagi Unggas

Sabtu, 10 Mei 2008

Sebagian besar kebutuhan vitamin bagi unggas telah diketahui dengan tepat, terutama bagi vitamin-vitamin yang jumlahnya tidak cukup dalam ransum sehari-hari. Unggas sangat peka terhadap defisiensi vitamin. Hal tersebut disebabkan karena: (1) unggas tidak memperoleh keuntungan dari sintesis vitamin oleh jasad renik di dalam alat pencernaan. Jasad renik usus pada unggas bersaing dengan "tuan rumahnya" sendiri bagi vitamin-vitamin tersebut; (2) unggas mempunyai kebutuhan yang tinggi terhadap vitamin, vitamin penting bagi reaksi-reaksi metabolik vital dalam tubuh hewan; (3) populasi yang padat dalam peternakan unggas modern menimbulkan berbagai macam stress bagi unggas tersebut, sehingga memerlukan kebutuhan vitamin yang semakin tinggi.

Dalam prakteknya, ransum unggas tidak disusun berdasarkan kadar kebutuhan minimum, karena bahan pakan dapat bervariasi kadar zat-zat pakannya dan lagi pula zat-zat pakan tersebut dapat hilang pada waktu bahan pakan diproses atau selama disimpan.

Perkiraan kebutuhan minimum untuk vitamin bagi unggas diterbitkan oleh National Research Council (NRC) dalam Nutrient Requirements of Poultry . Perkiraan-perkiraan tersebut adalah perkiraan kadar minimum yang diperlukan untuk pertumbuhan, produksi telur atau reproduksi. Dalam prakteknya, ransum unggas biasanya disusun agar mengandung jumlah vitamin yang lebih banyak dari yang dipaparkan untuk memperoleh batas aman dalam mengimbangi kemungkinan hilangnya vitamin-vitamin tersebut akibat pengolahan bahan pakan, pengangkutan, penyimpanan dan adanya variasi dalam komposisi bahan pakan dan kondisi sekelilingnya. Bila suatu defisiensi harus timbul, maka hal tersebut biasanya disebabkan karena tidak terdapatnya salah satu zat pakan yang diperlukan atau karena rusaknya satu atau lebih zat-zat vitamin waktu pengolahan bahan pakan tersebut. Vitamin-vitamin yang mudah mengalami kerusakan adalah vitamin-vitamin yang larut dalam lemak. Sedangkan thiamin dan asam panthotenat dapat rusak akibat pengolahan atau penyimpanan.

Kategori:Perkuliahan
%d blogger menyukai ini: