Beranda > Perkuliahan > Pencernaan Protein dan Asam Amino

Pencernaan Protein dan Asam Amino

Minggu, 23 Desember 2007

Pada sebagian besar hewan mammalia, selama beberapa jam pertama setelah hewan dilahirkan, dalam lambungnya tidak dihasilkan asam hidrokhlorat. Kolostrum, susu yang dihasilkan induk beberapa saat setelah dilahirkan, menyediakan zat-zat anti untuk melindung anak yang baru dilahirkan terhadap penyakit-penyakit, terutama penyakit-penyakit yang menyerang pencernaan. 8-)

Kolostrum sangat kaya akan protein. Kolostrum sapi mengandung sebanyak 17 persen. Sebagian besar protein tersebut terdiri dari globulin, yang hanya terdapat dalam jumlah sedikit pada susu biasa. Zat-zat anti yang begitu penting bagi anak hewan yang baru dilahirkan, menyertai globulin-globulin tersebut. Hal ini memungkinkan sebagian besar protein mengalir ke usus halus dan disinilah globulin tersebut diserap utuh.

Pada hewan dewasa, praktis semua protein yang dapat dicerna, dirombak ke dalam asam amino. Sebagian kecil masih dapat tinggal dalam bentuk peptida, yang relatif adalah kombinasi sederhana dari dua atau lebih asam-asam amino. Asam amino dapat larut dan siap diserap oleh villi dinding usus kecil. Asam-asam amino tersebut kemudian masuk dalam darah dan terus dibawa keseluruh bagian tubuh. Sejumlah kecil peptida dapat pula diserap dengan cara yang sama.

Bila asam amino yang telah diserap mencapai hati, sebagian asam amino tersebut digunakan hati untuk sintesis protein jaringan hati atau protein darah. Sebagian besar asam amino mengalir melalui hati dalam bentuk asam amino bebas. Jadi sebagian besar asam amino yang diperlukan sel tubuh dapat berasal dari asam amino bebas yang terdapat dalam plasma. Akan tetapi karena kebutuhan metabolik sel untuk asam amino adalah terus menerus, sedangkan penyerapan asam amino dari usus adalah jarang, maka tubuh memerlukan suatu wadah untuk menyimpan kelebihan asam amino pada waktu ada kelebihan yang nantinya dapat digunakan oleh sel pada waktu mengalami kekurangan.

Anak ayam sanggup memperoleh kekebalan terhadap beberapa penyakit terutama penyakit Newcastle (tetelo), bronkhitis menular dan lain-lainnya melalui telur induk ayam yang telah divaksinasi. Apakah pemindahan kekebalan pada anak ayam tersebut sama halnya seperti penyerapan zat-zat anti dalam kolostrum pada hewan mammalia, tidak diketahui secara pasti. Mungkin ada teman-teman yang ingin mencoba menelitinya??????

Kategori:Perkuliahan
%d blogger menyukai ini: