Beranda > Perkuliahan > Petunjuk Bedah Bangkai

Petunjuk Bedah Bangkai

Kamis, 22 November 2007
  1. Seluruh tubuh ayam diamati untuk melihat adanya kelainan tubuh, misalnya: ada bungkul-bungkul pada pangkal bulu, bulu disekitar kloaka kotor, bintik kotoran didepan lubang hidung.
  2. Daerah sekitar lubang hidung ditekan dan diamati apakah ada cairan yang keluar.
  3. Ayam dibunuh dengan cara: dislokasi tulang kepala dan tulang leher pertama; dipotong; atau diberi udara ke paru-paru / jantung / pembuluh darah sehingga terjadi emboli udara di dalam organ tersebut.
  4. Bulu bangkai ayam dibasahi dan sayat bagian antara perut dengan pangkal paha.
  5. Patahkan sendi pada pangkal paha (pertemuan os femur dan os tibia). Letakkan pada meja bedah terlentang dengan bagian perut menghadap kepada pembedah.
  6. Sayat kulit pada sisi mulut. Amati adanya kerusakan pada daerah ini karena cacar, aspergillosis atau penyakit lain.
  7. Sayat dan kuakkan kulit di daerah dada.
  8. Buka urat daging perut dan lepaskan daerah dada dengan memotong tulang rusuk.
  9. Periksa ais sacc (kantung udara) yang tampak tidak jernih lagi, bila ada penyakit.
  10. Sayat laryng dan trachea memanjang. Periksa adanya lendir, pendarahan atau massa seperti keju. Periksa paru-paru dan alat pernafasan lainnya terhadap adanya kerusakan atau kelainan.
  11. Buka oesophagus. Periksa kemungkinan luka karena benda asing atau adanya benjolan-benjolan kecil.
  12. Iris crop. Teliti isinya apakah tercium bau asam, Kemudian cuci dan periksa kemungkinan gejala aspergillosis atau kelainan lain.
  13. Sayat proventriculus. Lihat adanya pendarahan di permukaan atau lapisan putih.
  14. Buka ventriculus, periksa apakah kasar dan adanya kerusakan.
  15. Amati usus, apakah ada benjolan-benjolan kecil, tumor atau pendarahan. Sayat memanjang untuk melihat cacing, gumpalan darah, peradangan, tukak, daerah pendarahan dan lendir yang berlebihan.
  16. Buka coecum, periksa isinya. Bila terdapat darah, cuci dan periksa lapisan permukaannya. Apakah ada benda seperti keju, cacing dan bekas luka perut.
  17. Amati jantung, hati, limpa dan thymus.
  18. Amati adanya kelainan ovarium, saluran indung telur, ginjal dan bursa fabrisius.
  19. Amati adanya kerusakan syaraf.
Kategori:Perkuliahan
%d blogger menyukai ini: